Catatan Sekolah (2) : Bernard, I Can’t Bear You!

Bernard-Bear

Yak, kek judulnya. Ini bukan tentang Bernard the cute bear, ini tentang Bernard that anyone can’t bear with. Sebenarnya pengennya judulnya Bernard Anak Monyeng.

Jadi Bernard itu nama guru Sains di kelas saya, asal dari Afsel, dan asli dah ni guru jnedknsxgzuygxqwhbsjabyxguasywj abis, jauh banget dari namanya.

Jpeg
Jpeg

Pulpen Biru Bukan Pulpen Hitam!

HTB1wvgYFFXXXXXPXFXXq6xXFXXXr

Yang pertama, nih guru asli dah cerewet kalau bukan dikatakan bacot abis. Nulis tanggal harus digarisin, halaman buku tulis gak boleh ada yang kosong lah apalah.

Mending sih itu masih dalam batas wajar, lah ini malah baru-baru aja ngelarang murid pake pulpen hitam! What’s the point!?

Kalo misalnya ngelarang pake pensil yaa masih wajar lah secara murid high school masa nulisnya pake pensil kayak anak SD. Laah ini malah sampe pulpen hitam dilarang segala.

Akhirnya ya mau gak mau nanya juga,

“Sir, why can’t we use the black pen, what’s the difference between it with the blue one?”

“I just want the blue pen, that’s all.” Titik. Gak pake koma, diktator abis dah jawabannya.

“But what’s the difference? What’s the point?”

“Well..” Akhirnya dia mencoba menjelaskan “It’s just more clearer with blue pen when I check your notes in the night”

Asli, non-sense banget.

“Let me buy you a lamp!” Keceplosan.

“Excuse me?”

Muka garangnya langsung keluar. Saya gelalapan, dan akhirnya ngeles ngakunya ngomong pake bahasa sendiri (bahasa Indonesia) dan apapun yang dia denger tadi cuman salah denger heuheuheu untung aja dia percaya emang dodol tuh guru.

Apaan coba gak mau pulpen hitam gara-gara susah buat ngoreksi di malam hari dan pulpen biru lebih jelas di malam hari!? Gak pernah baca buku malam-malam kayaknya nih orang. Atau emang penulis yang buku-bukunya dia baca juga dia galakin biar mau nerbitin buku pake tinta biru hahaha.

Ah, orang kayak gini mah kenapa lahir di jaman Afrika Selatan udah merdeka sih, mana pake dikirim kesini segala pula. Kenapa gitu gak lahir pas jaman Apartheid pas Afsel masih dijajah. Ugh.

What Under Your Feet

inti-bumi-3

Selain gak jelas abis, nih guru  juga membosankan abis.

Pas banget pula dengan minggu pertama sekolah yang siswa-siswanya masih pada males-malesan, kemarin saat dia lagi ngebacot  cuwat cuwit soal materi inti bumi sampe hampir setengah jam siswa-siswa (tentu aja salah satunya saya) pada ngantuk dan bahkan banyak yang udah tertidur, dia yang sadar kemudian bertanya,

“What is with those expressions!? We’re talking about what under your feet!”

Sambil nguap, dalam hati cuman bisa bilang,

“Well, we got more interested with what between our feet, Sir…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s