Belajar Sirah, Belajar Dari Musuh

Well, hari ini abis ulangan Sirah, dan masih nyisa besok ulangan Geografi dan minggu depan entah apalagi.

Minggu ini memang minggu paling parah dibandingkan minggu-minggu kemarin. Ujian PR numpuk, mana Madrid sama Arsenal kalah di dua bigmatch, hufttt..

Tapi untung aja gak ngehalangin buat nyelesein buku, kemarin juga baru nyelesain Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan nya Soe Hok Gie. Aye!

Kalo dilist ini kayaknya beberapa buku yang udah selese dibaca di tahun ini;

1. Perawan Remaja Dalam Cengkaraman Militer (mbah Pram)

2. Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan)

3. Lelaki Harimau (Eka Kurniawan)

4. Catatan Harian Anne Frank (minjem Ust Husnul)

5. Percikan Revolusi Subuh (Mbah Pram)

6. Sabtu Bersama Bapak

7. Critical Eleven (lupa pengarangnya, minjem Wapak)

8. Sejarah Gelap Raja dan Ratu Inggris

9. Soe Hok Gie Sekali Lagi

10. Fiksi Lotus

11. Ngenest 2

12. Dongeng Holocaust (minjem Ust Husnul)

13. Juha Al Ahmaqul Hakim (minjem maktabah)

14. Sab’atul Gurban (minjem maktabah)

15. Alkittu Adzzakiy (minjem maktabah)

16. Biografi Martin Luther King Jr (minjem maktabah)

17. Biografi Amelia Earheart (minjem maktabah)

18. The Journey (Gola Gong, minjem Ust Husnul)

19. The Traveller’s Wife (Tias Tatanka)

20. Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono, minjem Wapak)

21. Tafsir Al Azhar (Hamka, baru mentok di juz 30)

22. Tafsir Ibnu Katsir (baru mentok di juz 30 juga)

Yak, keliatan banyak sih, tapi sebenarnya itu gak seberapa, dan ada juga beberapa buku yang sebenarnya buku tipiis.

Oiya, kok jadi melenceng dari judul, wkwkw.

Jadi pas belajar sirah nabawiyah nemu sesuatu yang keren, tentang cuit-cuit wanita.

image

Jadi dalam perang Uhud (dimana saat itu dimenangkan Kaum Musyrikin) para wanita yang ditempatkan dalam barisan belakang selain menjadi tim medis juga ditempatkan agar men’cuit-cuit’ prajurit yang kabur dari perang sehingga prajurit itu akan malu dan kembali ke medan perang.

Strategi ini kalo dipikir-pikir keren! Karena toh pada dasarnya wanita itu seperti burung yang terus berkicau, satu saat itu menenangkan hati tapi disaat yang lain itu bisa sangat mengganggu. Itu dimanfaatkan sekali oleh kaum Musyrikin Mekkah.

Yah, tidak ada salahnya belajar dari musuh, kan? Toh dalam perang Khandaq sendiri Rasulullah meniru strategi kaum Persia dengan membuat parit.

Uwes lah, mau lanjut belajar lagi, hufft…

image

Hhhh…

(Sumber gambar: Bintang.com
Dok. Pribadi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s