Gunung Prau Rau Rau

Dari Solo ke Kutoarjo setelah sebelumnya packing di rumah sepupu, tentu aja sebelum itu pamit dulu dari rumah Eyang. Kemudian dari Kutoarjo berangkat ke Dieng-Wonosobo karena dari sanalah pendakian gunung Prau akan dilakukan.

Jpeg
Jpeg

Keliling Sebelum Naik Gunung

Sebelum pendakian, keliling dulu bersama Syuhada sepupu gue dan teman-temannya.

Candi Entah Apa Namanya

Ngedatangin candi yang entah apa namanya dan sepertinya sedang dalam proses renovasi.

Kawah Telor Rebus

 

Entahlah. Kata Ofa yang sebelumnya pernah kesini sih nama kawah ini kawah telor rebus. Dan memang.. baunya bukan kayak telor rebus lagi, telor busuk!

Saat disana, ada seorang kakek-kakek yang masuk melewati pagar memberikan sesajen kepada kawah itu..

Telaga Warna

Kayaknya sih harusnya namanya telaga ijo, telaganya gabungan antara warna ijo muda dan ijo tua, nice looking tho.

Puisi dan Quality Time Bersama Buku

Pendakian dimulai sekitar siang menjelang sore dan sampai sore menjelang maghrib. Grup yang sekitar kurang lebih 10 orang dibagi menjadi tiga; depan, tengah dan belakang. Gue berada di barisan depan bersama dua teman Syuhada yang bernama Nawawi dan Dini. Dini ini cewek tetapi berada di barisan depan.

Sampai di Sunrise Camp, kami memutuskan mendirikan tenda disitu. Dini sempat mengeluh soal kesulitan mencari tempat pipis. Yah, cewek….

Malamnya gue tidur, dan pagi-pagi sekali bangun melihat sunrise.

Golden Sunrise se-Jawa Tengah, inilah tempatnya.  (Foto gak mode circle supaya sunrisenya sempurna keliatan.) 

Btw, di pendakian ini gue kalem sekali. Gak banyak ngomong sama Syuhada dan teman-temannya. Akhirnya gue memilih menikmati pendakian ini dengan membaca buku Kinanthi yang dikasih Abah Tasaro GK langsung dirumahnya dan membuat puisi yang tiba-tiba idenya lewat di kepala gue, ada juga yang idenya memang udah kebawa dari awal perjalanan. I chose (atau choosed?) to enjoy the hiking introvertly! 😀

And for the poems…

 

P(a)rau

Pukul 2 siang, awal pendakian

Gue ngaku gue punya kelemahan

Pukul 4 sore

Tapi gue gakmau ngakuin apa kelemahan gue itu

Pukul 6 petang. 

Nanti juga tahu sendiri.

Pukul 5 pagi, esok harinya ia mati di puncak menghirup asap kawah beracun.

Gak Ada Kerjaan

Seorang pendaki, mencari-cari arti hidup yang  tak satu setan pun tau, mati dalam pencariannya di puncak tertinggi di Jawa.

Mungkin, arti hidup

adalah

hidup

Perjalanan

adalah

rumah

dan saya menulis puisi ini,

karena gakada kerjaan!

Pukul 7 pagi, gue mengajak sepupu gue untuk menuju ke puncak.. yang ujung-ujungnya gak nemu. Sebenarnya Sunrise Camp tempat kami memasang tenda pun tidak ada plangnya sih, kami tau namanya karena lokasinya persis dengan yang tertulis di peta yang diberikan di basecamp.

Matahari kemudian sudah agak meninggi, dan setelah kembali ke tenda dan packing ulang, kami semua memutuskan untuk pulang.

Kuliner

Mie Ongklok

P_20160804_153108.jpg

 

Turun gunung, akhirnya nyari warung mie ongklok bersama Syuhada dan dua temannya yang sama-sama berangkat dari Kutoarjo, yang emang udah gue incar sejak tau bakal ke gunung Prau yang lokasinya di Dieng-Wonosobo.

Mie ongklok ini kuliner khas Dieng-Wonosobo. Nyoba ini juga karena dikasihtau Ofa yang beberapa hari sebelumnya ke Dieng dan katanya kalau ke Dieng jangan lupa makan mie ongklok.

Mie ongklok ini lumayan murah, gaktau persisnya tapi empat porsi mie ongklok dan empat gelas es teh semuanya 45 rebu. Tampilannya berupa mie, kol, tahu, potongan daun kucai dan kuahnya sih rasa-rasanya kayak bumbu kacang gitu.

Tapi jujur gue kurang menikmati karena kurang mengenyangkan, rupanya setelah ngestalk instagram Ofa karena dia ada ngeposting foto doi makan mie ongklok, mie ongklok emang harusnya ada temannya.. biasanya sih pake sate (karena cocok juga disandingkan dengan bumbu kacangnya).

Screenshot_2016-09-03-12-35-36.jpg

No problemo, at least I’ve tried it.. hahah

Setelah ini, gue akan ketemu sepupu gue di Jogja, ke Klaten snorkling ke Umbul Ponggok, dan ke Bandung silaturahim sama Thalhah yang jadi destinasi terakhir sebelum gue pulang!

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Gunung Prau Rau Rau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s