Film Lion dan Adopsi Anak

Ada satu scene yang masih membekas buat gue dari film Lion, yaitu scene dimana Sue Brierley, mengaku kepada Saroo, anak angkatnya bahwa ia mengadopsinya bukan karena tidak  bisa mempunyai anak; tetapi karena merasa bumi sudah terlalu penuh dan lebih banyak diisi orang-orang yang  kurang beruntung. 

Di negara seperti Jepang dan Jerman, pemerintahannya kelayapan karena penduduknya tergolong terlalu malas untuk meneruskan keturunan. Di China, pemerintahannya justru kelayapan karena penduduknya udah banyak banget (bahkan ada berita soal ibu hamil yang dipaksa aborsi sama pemerintah China, bisa dibaca disini)

Poin dari apa yang saya omongin soal negara-negara itu? Entahlah hehe.

Ada hadis dari Rasulullah tentang beliau yang ingin melihat banyaknya keturunan Muslim di hari kiamat, dimana hadis ini menjadi salah satu alasan orang-orang yang mengaku ‘paham agama’ menentang KB; bahkan ada yang menuduhnya sebagai konspirasi Yahudi lah…

Tapi apa itu artinya Rasulullah ingin kita memperbanyak jumlah reproduksi kita? Kawin tanpa kenal lelah dengan niat berjihad?  

Sekarang, dari apa yang gue liat, banyak orang Islam bersikap ofensif, kafirin sana kafirin sini bahkan dengan saudara seiman sendiri. Padahal kalau emang yakin mereka ‘kafir’, kenapa gak diajak dapat hidayah dengan halus? Bukankah itu juga makna ‘memperbanyak keturunan Muslim di hari kiamat kelak’?

Gak adakah orang-orang seperti Hasan Al Banna yang bersikap bijaksana ketika Sayyid Quthb (sebelum mendapatkan hidayah) banyak menulis kebenciannya terhadap agama dalam tulisannya dalam koran-koran di Mesir?

Atau ya, mungkin seperti Sue Brierley dalam film Lion (sebenarnya gue gak perlu menyebutkan film Lion, karena ini kisah nyata), bukankah mengadopsi anak yang kurang beruntung juga bagian dari ‘memperbanyak keturunan Muslim di hari kiamat kelak’?

Lalu kemudian ada yang mengatakan gue sembarangan tafsirin hadits, mengatakan gue gak punya kapasitas apa-apa untuk nafisirin hadits itu.

Entahlah, yang gue ingat adalah; ketika Rasulullah diperbolehkan menikah dengan lebih dari 4 wanita, beliau justru memilih menikah dengan janda-janda tua korban perang, dan Aisyah ra adalah satu-satunya istri yang beliau nikahi dalam keadaan perawan.

NB: Mohon koreksi kalau ada fakta-fakta yang salah dalam tulisan ini 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s