​Ada sebuah artikel yang pernah dia baca, bahwa orang-orang di Barat mulai jarang ke klub akibat aplikasi Tender.
Klub, yang dulunya jadi ajang pencarian jodoh, ditinggalkan karena adanya Tender yang lebih menghemat waktu dan biaya untuk mencari pasangan hidup atau sekedar one night stand.

Dia kemudian sadar, bahwa selama ini begitulah hubungannya  bermula; berawal dari sms, atau setelah internet datang berawal dari internet.

Jaman SMP dulu, di SMPnya  orang yang menyatakan cinta lewat sms itu bakal dikatain pengecut.

Dulu dia pikir itu berlebihan, tapi setelah ngeliat gimana internet ngubah pola hubungan, dia rasa hal itu ada benernya.

Karenanya, dia punya sebuah penyesalan.

Waktu itu dia sedang dalam perjalanan Purwokerto-Jogja dengan kereta, untuk menghadiri pernikahan temannya.

Kemudian dia bertemu seorang perempuan yang awalnya bertampang agak sinis saat melihat dia. 

Karena tampang sinis itu dan perempuan itu duduk tepat di depannya berdasarkan tiket, dia akhirnya memilih membaca buku Kinanthi yang ditulis oleh Tasaro GK untuk menghindari suasana yang aneh.

Perempuan itu tampangnya agak berubah, dan kemudian juga mengeluarkan buku Architecture of Love yang ditulis oleh Ika Natassa dan membacanya.

Singkat cerita, dia yang kaget menemukan perempuan pecinta buku–yang jarang ia temui, langsung mengajak perempuan itu untuk berbicara satu sama lain.

Dan sepertinya perempuan itu juga menginginkan itu.

Mereka berbicara tentang banyak hal–yang tentu saja berhubungan dengan buku; Dilan, Pidi Baiq, Habiburrahman El Shirazy, Critical Eleven..

Waktu berlalu cepat, kereta telah sampai.

Dia kemudian meminta kontak BBM perempuan itu, dan mereka melangkah keluar.

Diluar, perempuan yang melangkah duluan itu terlihat seperti menoleh berkali-kali seolah menyiratkan sesuatu.

Tapi dia yang bodoh seolah tidak sadar padahal melihatnya, kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan perempuan itu.

Itu penyesalan yang pertama.

Yang kedua, adalah hpnya beberapa saat kemudian rusak dan kontak BBM perempuan itu terhapus. 

Setahun kemudian, dia menyadari bahwa BBM bisa dibuka di hp lain asal dengan akun yang sama. 

Tapi telat, perempuan itu sudah tidak memakai BBM, BBM sepertinya memang sudah tidak zamannya lagi. Sudah ada Line, Whatsapp, dan aplikasi lainnya. Orang-orang pun juga sudah beralih ke Android.

Maka, surat menyurat denganmu adalah caranya untuk mencoba menghapus penyesalan itu, atau setidaknya menguranginya sedikit saja. 

​​





Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s