Tiga Mimpi

Gambar dari album terbarunya Banda Neira.

Pernah pas lagi iseng-iseng baca di Wiki, rupanya Yesterdaynya The Beatles itu chordnya dapet dari mimpi.

Jadi si Paul McCartney suatu malam mimpiin nada yang enak bangun, terus pas bangun langsung dia mainin di piano dan dicatat nadanya biar gak lupa. Dia keliling menyenandungkan nadanya dan bertanya apakah orang-orang pernah mendengarnya (siapatau dia pernah mendengarnya di suatu tempat dan mengulangnya di mimpinya) dan ternyata semua berkata tidak.

Dan jadilah lagu Yesterday yang legendaris itu…

Terus gue akhir-akhir ini ada mimpi yang.. yah gak sehebat mimpi Paul McCartney sih, tapi menarik banget. Kayaknya ada lebih dari tiga mimpi sih, tapi okelah gue ceritain yang gue inget aja.

Catatan: Karena ini mimpi, gak ada awal gak ada akhir.

1. Desa Asap

Gue tiba-tiba dibawa oleh seorang tour guide, dari sebuah pulau naik perahu ke sebuah desa yang rumahnya itu berada diatas laut (semacam Pasar Terapung gitu, tapi ini rumah penduduk)

Tiba-tiba pas gue mulai ke tengah desa, banyak asap, pas gue perhatiin, ternyata di masing-masing rumah ada meriam yang ngeluarin asap.

“Ini supaya gak ada orang asing yang senang melihat pemandangan desa ini kemudian menjajah desa ini”, kata tour guide gue 

Saat itu gue teringat tambang Freeport di Papua, mungkin itu maksudnya ya..

Kemudian asap perlahan hilang, dan gue ngeliat mesjid-mesjid yang berjejeran dengan bendera Indonesia di depannya. Penampilannya kusam tapi masih terlihat bekas-bekas kemegahannya.

“Dulunya ada lomba membuat mesjid termegah, lalu setelah lomba berakhir mesjid ini ditelantarkan”, kata tour guide gue lagi.

2. Penjelajah Waktu

Gue berbuat sesuatu di masa lalu (entah apa itu) yang gue sangaat sesalin. Akhirnya gue balik ke masa lalu buat ngebaikin itu.

Ternyata pas gue balik lagi ke masa sekarang, hal yang terjadi justru gak seperti yang gue harapkan. Ibaratnya kayak gue berharap dengan gue masa lalu, masa sekarang gue bakal jadi begini, ternyata malah jadi begitu.

Akhirnya gue bolak-balik ke masa sekarang dan masa lalu dan justru membuat semuanya semakin rumit.

Terus gue ngeliat diri gue sendiri meringkuk sambil mendesah, 

“Aku cuman bisa mengubah masa lalu, tapi tidak bisa mengubah masa depan”

Untuk yang satu ini, gue sampe membuat puisi (yang lebih mirip kerangka cerita)

Membunuh Hitler

Seorang penjelajah waktu, membunuh Hitler di masa lalu.

Saat kembali ke masanya, ternyata Nazi tetap ada.

Bukan Adolf Hitler, tapi Adolf Idler.

Bukan kumis kotak, tapi kepala botak..

3. Mati

Mati. Gue mimpi diri gue mati. Ini yang paling membekas dibanding yang lain, menurut gue.

Tapi lucunya, gue mati kayak berkedip mata doang, dan pas bangun dari kematian gue ketawa dan ngomong dalam hati,

“Ternyata gini doang rasanya mati, biasa aja tuh!”

Untuk sementara, gue kehilangan rasa takut gue akan kematian (karena gue emang sudah mati).

Terus gue bangun, menyadari bahwa itu mimpi.

Dan rasa takut akan kematian itu datang kembali…

Si Paitan

Paitan tidak pernah mengaku seorang idealis, tapi aku teman dekatnya tahu dia idealis atau setidaknya berusaha menjadi seorang idealis (dengan apa yang diyakininya, tentunya).

Paitan banyak membaca tentang masa depan dimana air bersih yang kemungkinan besar bakal makin sulit ditemukan.

Paitan kemudian menjadi orang yang jika ada air sisa (air sisa masak mie instan, contohnya), akan membawa air sisa itu kedepan rumahnya untuk menyiramnya ke pot tanaman, karena merasa sayang jika air itu dibuang ke wastafel.

Tetapi Paitan yang hobi bernyanyi, jika ke kamar mandi selalu membawa hp untuk menyetel musik dan menghabiskan waktu minimal setengah jam didalamnya.

Paitan juga pernah membaca tentang produk-produk yang (katanya) mendukung zionisme, entah apa itu zionisme.

Dia pun 3 tahun belakangan ini tidak pernah memakan KFC, McDonald, memboikot minuman-minuman seperti Sprite, Coca Cola, Fanta, bahkan Aqua.

Hal itu kuketahui setelah dia meng-updatenya di status FBnya.

Tulisan ini harusnya berakhir disini, tapi aku memutuskan untuk menunjukkannya ke Paitan terlebih dahulu.

Paitan kemudian mengatakan, kebiasaannya berlama-lama di kamar mandi akan dia kurangi dengan hanya bernyanyi satu lagu (satu lagu kira-kira 5 menit) setelah sebelumnya selalu bernyanyi lima lagu.

Tapi soal FB, dia mengatakan fakta-fakta seperti Mark Zuckerberg membaca Mukaddimah-nya Ibnu Khaldun, Mark Zuckerberg menantang isi Talmud tentang pernikahan dgn non-Yahudi karena non-Yahudi derajatnya lebih rendah dari hewan hingga pernikahannya dengan seorang berketurunan Cina ditentang Yahudi garis keras, juga tentang change.org Mark Zuckerberg yang membawa jaringan internet ke pedalaman-pedalaman dunia.

Yah, itulah Paitan.